BRMP Sumbar Dampingi Verifikasi Dampak Pemeliharaan Jaringan Irigasi Anai II di Kota Pariaman
Kota Pariaman, Sabtu (27/6/2026). BRMP Sumatera Barat melaksanakan kegiatan pendampingan dan verifikasi lapangan terhadap dampak pemeliharaan Jaringan Irigasi Anai II dalam rangka mendukung percepatan swasembada pangan.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Ketua Tim Kerja (Katimker) serta para penyuluh pertanian Kota Pariaman.
Verifikasi dilakukan pada lima titik lokasi yang dialiri oleh Jaringan Irigasi Anai II. Jaringan irigasi ini menjadi sumber pengairan utama bagi sekitar 500 ha lahan sawah di Kota Pariaman, sehingga keberadaannya sangat menentukan keberhasilan pertanaman padi dan produktivitas petani.
Hasil verifikasi lapangan menunjukkan bahwa revitalisasi jaringan irigasi telah memberikan dampak positif terhadap ketersediaan air bagi lahan pertanian. Namun demikian, tim juga menemukan beberapa kendala yang masih memerlukan perhatian, terutama belum optimalnya fungsi pintu pembagi air.
Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air belum merata, sehingga masih terdapat beberapa areal persawahan yang belum terjangkau aliran irigasi dan mengalami kekeringan dalam waktu yang cukup lama.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sumatera Barat bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan, evaluasi, dan koordinasi guna mengoptimalkan fungsi jaringan irigasi. Masukan dan temuan di lapangan diharapkan menjadi bahan tindak lanjut bagi instansi terkait agar sistem pembagian air dapat berfungsi lebih optimal dan mampu menjangkau seluruh areal persawahan yang bergantung pada Jaringan Irigasi Anai II.
Dengan optimalnya layanan irigasi, diharapkan peningkatan indeks pertanaman, produktivitas padi, serta kesejahteraan petani dapat terus terwujud sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan swasembada pangan yang berkelanjutan.